Badilag Menerapkan Sistem Passing Grade Untuk E-Test Capim

pasinngcapim

Badilag.net.| Kita berusaha untuk memunculkan pimpinan pengadilan yang berkualitas sesuai misi Mahkamah Agung RI. Demikian disampaikan Dirbinganis Peradilan Agama, Dr. HM. Fauzan, SH., MM., MH kepada Badilag.net saat ditanyakan tujuan E-Test Capim dengan menerapkan sistem passing grade.

“Kita tidak meranking hasil E-Test Capim dari total score seluruh kategori, tetapi kita menerapkan semacam ambang batas kelulusan untuk setiap kategori,” papar Fauzan.

“Bisa jadi seorang peserta mencapai total score sangat tinggi, bahkan ranking teratas misalnya, tetapi ternyata dia gagal melewati ambang batas kelulusan (passing grade) salah satu dari sepuluh kategori materi ujian, misalnya hukum acaranya hanya menjawab 4 saja yang betul dari 10 soal hukum acara yang diujikan, padahal ambang batasnya harus menjawab minimal 5 yang betul, maka dia dinyatakan belum mencapai passing grade, dan otomatis tidak lulus,” tegasnya.

si-gagal-dan-si-sukses

Seperti dijelaskan dalam website capim.badilag.net bahwa sistem passing grade ini menuntut para peserta untuk mempersiapkan diri agar mampu menjawab seluruh kategori materi ujian sesuai ambang batas masing-masing kategori, tidak hanya fokus pada sebagian kategori saja.

Karena ambang batas kelulusan setiap kategori menentukan kelulusan kategori yang lainnya. Kalau ada satu kategori saja yang tidak mencapai ambang batas kelulusan, maka akan menggugurkan semua kategori lainnya, sekalipun nilainya cukup tinggi.

Memang ambang batas kelulusan dari setiap kategori berbeda-beda, yang paling tinggi adalah hukum acara peradilan agama yaitu harus menjawab mininmal 5 pertanyaan dengan betul dari 10 pertanyaan yang diujikan, sedangkan yang terendah adalah Baca Kitab Kuning cukup menjadwab 2 pertanyaan saja dengan betul dari 10 pertanyaan yang diujikan.

Kalau sistemnya seperti itu, saya kira, panitia tidak perlu menerapkan ambang batas kelulusan yang terlalu tinggi, seperti contohnya kategori Baca Kitab Kuning, cukuplah menjawab betul dua pertanyaan saja dari sepuluh pertanyaan, bisa dianggap lulus passing grade untuk kategori tersebut.

Hal tersebut disampaikan Drs. H. Ghufron Sulaiman, S.H., MH. Hakim Tinggi Bawas MA RI saat dimintai pendapatnya mengenai simulasi E-Test Capim yang diikuti oleh para hakim peradilan agama beberapa waktu yang lalu. [Ibnu AR]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *